Sesuai amanat Undang-undang No.4/2011 tentang Informasi Geospasial bahwa setiap orang berhak untuk memperoleh informasi, termasuk Informasi Geospasial. Undang-undang No.25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan pembangunan harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk di dalamnya data dan informasi geospasial. Undang-Undang No.26/2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya data dan informasi geospasial dalam penentuan tata ruang, baik nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Selain itu, Undang-Undang No.32/2014 tentang Pemerintahan Daerah juga mengamanatkan bahwa perencanaan pembangunan di daerah harus berdasarkan pada data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dalam hal ini data dan informasi geospasial.

Dengan seiring berkembangnya zaman yang semakin maju, perkembangan teknologi dalam dunia IT (Information Technology) juga berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah dengan munculnya teknologi GIS  (Geographics Information System).  Keberhasilan pembangunan daerah salah satunya ditentukan oleh perencanaan yang baik. Perencanaan pembangunan ini memerlukan dukungan dari studi analisis komponen-komponen pembangunan terkait. Analisis ini akan bersifat obyektif apabila data yang diperlukan tersedia dan bersifat komprehensif.  Inventarisasi data pembangunan berbasis teknologi sistem informasi merupakan suatu sarana untuk mengembangkan potensi daerah, sehingga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan di daerah tersebut. Sesuai tuntutan kemajuan teknologi, maka informasi sekarang ini tidak cukup hanya disajikan dalam bentuk data dan tabel namun juga harus disajikan secara spasial. Informasi spasial merupakan informasi yang berhubungan dengan lokasi geografis, dimensi atau ukuran. Teknologi GIS  telah berkembang pesat, WebGIS  merupakan wujud perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis untuk mengakomodir kebutuhan solusi atas berbagai permasalahan yang hanya dapat dijawab dengan teknologi GIS ini. Seiring dengan pemahaman masyarakat tentang perencanaan pembangunan, keterbukaan informasi, dan kemajuan teknologi, maka tuntutan penyajian informasi yang terkait dengan data dan perencanaan pembangunan semakin meningkat. Dilain pihak pembuatan dan pengembangan database memerlukan penanganan dan perhatian tersendiri guna mewujudkan kualitas data dan informasi kepada masyarakat luas. Dalam proses kegiatan di atas diperlukan suatu aplikasi data yang cepat, akurat dan informatif. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kelancaran operasional. Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang demikian pesat merupakan peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi secara cepat dan akurat sesuai dengan skala prioritas kebutuhan. Oleh sebab itu, Badan Perencanaan Pembangunan Kota selaku OPD  dalam pembangunan daerah khususnya dalam pengelolaan data-data spasial melakukan pembangunan Website Sistem Informasi Geografis (WebGIS) Kota Mojokerto ini.

Kembali ke Atas